Pro dan Kontra Pelaksanaan Program Land Reform dan Peristiwa 65 di Desa Soge, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat2
Kasus-kasus pendudukan tanah di Indonesia di era Orde Baru tidak bisa dilepaskan dari peristiwa 1965, dan ini berkaitan dengan keberadaan Partai Komunis Indonesia (PKI). Salah satu kasus konflik tanah yang terjadi menimpa ribuan petani penggarap di Desa Soge, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang se...
שמור ב:
| הוצא לאור ב: | URI:https://journals.openedition.org/archipel, |
|---|---|
| מחבר ראשי: | |
| פורמט: | Article ou chapitre numérique |
| שפה: | Indonésien |
| יצא לאור: |
Archipel
2018
|
| גישה מקוונת: | Accès Université d'Orléans et IFPM Accès Université d'Orléans et IFPM |
| id |
openedition-oai:revues.org:archipel_634 |
|---|---|
| record_format |
openedition |
| spelling |
openedition-oai:revues.org:archipel_634 https://doi.org/10.4000/archipel.634 urn:doi:10.4000/archipel.634 id https://journals.openedition.org/archipel/634 2018-06-28T02:00:00Z info:eu-repo/semantics/openAccess article info:eu-repo/semantics/article urn:handle:20.500.13089/a1wz https://creativecommons.org/licenses/by-nd/4.0/ Pro dan Kontra Pelaksanaan Program Land Reform dan Peristiwa 65 di Desa Soge, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat2 Archipel Association Archipel info:eu-repo/semantics/reference/issn/2104-3655 info:eu-repo/semantics/reference/issn/0044-8613 URI:https://journals.openedition.org/archipel Safitri, Hilma Kasus-kasus pendudukan tanah di Indonesia di era Orde Baru tidak bisa dilepaskan dari peristiwa 1965, dan ini berkaitan dengan keberadaan Partai Komunis Indonesia (PKI). Salah satu kasus konflik tanah yang terjadi menimpa ribuan petani penggarap di Desa Soge, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang secara legal diprioritaskan sebagai penerima manfaat program Land reform 1960. Namun, mereka segera kehilangan kembali hak atas tanahnya melalui berbagai tindakan intimidatif dan manipulasi, sehingga mereka mengalami situasi kesulitan untuk mengambil kembali hak atas tanahnya, bahkan ketika sudah terjadi perubahan rejim pada tahun 1998. Mantra yang dipergunakan setiap rejim tidak berubah, yaitu mem-PKI-kan. Artikel ini menjelaskan bagaimana sejumlah aktor, termasuk kelompok elit-penguasa di tingkat desa menggunakan dan mengaitkan peristiwa 1965 untuk memperkaya dirinya sendiri dan untuk mengukuhkan posisinya dalam arena politik sejak saat itu. Data yang dipergunakan di artikel ini telah dikumpulkan pada tahun 2000 melalui wawancara sejumlah korban penggusuran tanah di Desa Soge. Les litiges relatifs à l’occupation du sol en Indonésie durant l’Ordre Nouveau ne peuvent être séparés des événements de 1965, et ceci est lié à l’existence du Parti communiste d’Indonésie (PKI). Parmi les litiges fonciers figure celui dont ont été victimes des milliers d’exploitants du village de Soge, District d’Indramayu, Java Ouest, qui de manière légale ont été bénéficiaires prioritaires du programme de réforme agraire de 1960. Cependant, ils ont rapidement perdu leurs droits fonciers suite à des manoeuvres d’intimidation et des manipulations, si bien qu’ils se sont retrouvés en difficulté pour récupérer leurs droits, même après le changement de régime en 1998. Le motif invoqué par chaque régime ne change pas, c’est accuser de communisme. Cet article explique comment un certain nombre d’acteurs, y compris les détenteurs de l’autorité au niveau villageois ont utilisé et se sont référés aux événements de 1965 pour s’enrichir eux-mêmes et dès lors renforcer leurs positions dans l’arène politique. Les données utilisées dans cet article ont été réunies en 2000 sous forme d’entretiens avec un certain nombre de victimes d’expropriations foncières dans le village de Soge. |
| collection |
OpenEdition Journal |
| language |
Indonésien |
| format |
Article ou chapitre numérique |
| building |
0/Bibliothèque numérique/ 1/Bibliothèque numérique/OpenEdition Journals/ |
| description |
Kasus-kasus pendudukan tanah di Indonesia di era Orde Baru tidak bisa dilepaskan dari peristiwa 1965, dan ini berkaitan dengan keberadaan Partai Komunis Indonesia (PKI). Salah satu kasus konflik tanah yang terjadi menimpa ribuan petani penggarap di Desa Soge, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang secara legal diprioritaskan sebagai penerima manfaat program Land reform 1960. Namun, mereka segera kehilangan kembali hak atas tanahnya melalui berbagai tindakan intimidatif dan manipulasi, sehingga mereka mengalami situasi kesulitan untuk mengambil kembali hak atas tanahnya, bahkan ketika sudah terjadi perubahan rejim pada tahun 1998. Mantra yang dipergunakan setiap rejim tidak berubah, yaitu mem-PKI-kan. Artikel ini menjelaskan bagaimana sejumlah aktor, termasuk kelompok elit-penguasa di tingkat desa menggunakan dan mengaitkan peristiwa 1965 untuk memperkaya dirinya sendiri dan untuk mengukuhkan posisinya dalam arena politik sejak saat itu. Data yang dipergunakan di artikel ini telah dikumpulkan pada tahun 2000 melalui wawancara sejumlah korban penggusuran tanah di Desa Soge. |
| author |
Safitri, Hilma |
| spellingShingle |
Safitri, Hilma Pro dan Kontra Pelaksanaan Program Land Reform dan Peristiwa 65 di Desa Soge, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat2 |
| author_facet |
Safitri, Hilma |
| author_sort |
Safitri, Hilma |
| title |
Pro dan Kontra Pelaksanaan Program Land Reform dan Peristiwa 65 di Desa Soge, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat2 |
| title_short |
Pro dan Kontra Pelaksanaan Program Land Reform dan Peristiwa 65 di Desa Soge, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat2 |
| title_full |
Pro dan Kontra Pelaksanaan Program Land Reform dan Peristiwa 65 di Desa Soge, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat2 |
| title_fullStr |
Pro dan Kontra Pelaksanaan Program Land Reform dan Peristiwa 65 di Desa Soge, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat2 |
| title_full_unstemmed |
Pro dan Kontra Pelaksanaan Program Land Reform dan Peristiwa 65 di Desa Soge, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat2 |
| title_sort |
pro dan kontra pelaksanaan program land reform dan peristiwa 65 di desa soge, kabupaten indramayu, jawa barat2 |
| publisher |
Archipel |
| publishDate |
2018 |
| container_title |
URI:https://journals.openedition.org/archipel |
| url |
https://ezproxy.univ-orleans.fr/login?url=https://doi.org/10.4000/archipel.634 https://ezproxy.univ-orleans.fr/login?url=https://journals.openedition.org/archipel/634 |
| _version_ |
1877294292131643392 |