Kekerasan Kemanusiaan dan Perampasan Tanah Pasca- 1965 di Banyuwangi, Jawa Timur

Kebijakan Land reform di Banyuwangi era 1960-an berhasil meredistribusi tanah kelebihan maksimum, tanah absentee, dan tanah negara bekas perkebunan dan hutan. Pasca kudeta 1965 terjadi kekerasan kemanusiaan dan tindakan counter-Land reform oleh berbagai pihak. Didasarkan pada data-data utama dari ka...

Deskribapen osoa

Gorde:
Xehetasun bibliografikoak
Argitaratua izan da:URI:https://journals.openedition.org/archipel,
Egile nagusia: Luthfi, Ahmad Nashih
Formatua: Article ou chapitre numérique
Hizkuntza:Indonésien
Argitaratua: Archipel 2018
Sarrera elektronikoa:Accès Université d'Orléans et IFPM
Accès Université d'Orléans et IFPM
id openedition-oai:revues.org:archipel_624
record_format openedition
spelling openedition-oai:revues.org:archipel_624 https://doi.org/10.4000/archipel.624 urn:doi:10.4000/archipel.624 id https://journals.openedition.org/archipel/624 2018-06-28T02:00:00Z info:eu-repo/semantics/openAccess article info:eu-repo/semantics/article urn:handle:20.500.13089/a1wy https://creativecommons.org/licenses/by-nd/4.0/ Kekerasan Kemanusiaan dan Perampasan Tanah Pasca- 1965 di Banyuwangi, Jawa Timur Archipel Association Archipel info:eu-repo/semantics/reference/issn/2104-3655 info:eu-repo/semantics/reference/issn/0044-8613 URI:https://journals.openedition.org/archipel Luthfi, Ahmad Nashih Kebijakan Land reform di Banyuwangi era 1960-an berhasil meredistribusi tanah kelebihan maksimum, tanah absentee, dan tanah negara bekas perkebunan dan hutan. Pasca kudeta 1965 terjadi kekerasan kemanusiaan dan tindakan counter-Land reform oleh berbagai pihak. Didasarkan pada data-data utama dari kantor pertanahan dan dokumen militer Banyuwangi, artikel ini menunjukkan kaitan erat antara Land reform dengan korban pembunuhan yang menjadi sasaran pasca-1965. Artikel ini adalah usaha awal untuk membuka dimensi ekonomi-politik terhadap massacre pasca-1965. Sejarah agraria dan kekerasan kemanusiaan dalam artikel ini dibaca melalui konsep “primitive accumulation”, dalam argumen bahwa kekerasan kemanusiaan berupa pengusiran, perampasan tanah dan pembunuhan terhadap petani adalah tonggak baru dan bagian integral dari pembangunan politik dan ekonomi agraria Orde Baru berikutnya. Jika massacre adalah making die, pembunuhan dalam arti literal, maka proses yang terjadi setelahnya adalah letting die, berupa tercerabutnya mereka dari sistem produksi (tanah) dan kewarganegaraannya. L’application de la Réforme agraire à Banyuwangi durant les années 1960 a permis la redistribution de terres excédentaires, de terres appartenant à des propriétaires non résidents sur place, ainsi que des terres publiques, aussi bien anciennes plantations que forêts. Suite au Coup d’État de 1965, diverses parties se sont livrées à des actes de violence aux personnes ainsi qu’à des actions destinées à contrecarrer la Réforme agraire. Basé sur des données issues principalement du bureau des affaires agraires de Banyuwangi ainsi que sur des documents militaires locaux, cet article met en évidence les liens étroits entre la Réforme agraire et les victimes d’assassinats devenues des cibles après 1965. Il s’agit d’un premier pas en vue d’éclairer les dimensions politico-économiques des massacres post-1965. L’histoire agraire et les violences aux personnes sont lues ici à travers le concept d’“accumulation primitive”, en suggérant que les violences aux personnes sous forme d’évictions, de saisies de terres et d’assassinats de paysans représentent le nouveau pilier et font partie intégrante de l’évolution politique et de l’économie agraire du régime de l’Ordre nouveau qui va suivre. Si le massacre est le “faire mourir”, l’assassinat au sens littéral, le processus qui s’est déroulé postérieurement est le “laisser mourir”, sous forme d’exclusion du système de production (foncier) et de la citoyenneté.
collection OpenEdition Journal
language Indonésien
format Article ou chapitre numérique
building 0/Bibliothèque numérique/
1/Bibliothèque numérique/OpenEdition Journals/
description Kebijakan Land reform di Banyuwangi era 1960-an berhasil meredistribusi tanah kelebihan maksimum, tanah absentee, dan tanah negara bekas perkebunan dan hutan. Pasca kudeta 1965 terjadi kekerasan kemanusiaan dan tindakan counter-Land reform oleh berbagai pihak. Didasarkan pada data-data utama dari kantor pertanahan dan dokumen militer Banyuwangi, artikel ini menunjukkan kaitan erat antara Land reform dengan korban pembunuhan yang menjadi sasaran pasca-1965. Artikel ini adalah usaha awal untuk membuka dimensi ekonomi-politik terhadap massacre pasca-1965. Sejarah agraria dan kekerasan kemanusiaan dalam artikel ini dibaca melalui konsep “primitive accumulation”, dalam argumen bahwa kekerasan kemanusiaan berupa pengusiran, perampasan tanah dan pembunuhan terhadap petani adalah tonggak baru dan bagian integral dari pembangunan politik dan ekonomi agraria Orde Baru berikutnya. Jika massacre adalah making die, pembunuhan dalam arti literal, maka proses yang terjadi setelahnya adalah letting die, berupa tercerabutnya mereka dari sistem produksi (tanah) dan kewarganegaraannya.
author Luthfi, Ahmad Nashih
spellingShingle Luthfi, Ahmad Nashih
Kekerasan Kemanusiaan dan Perampasan Tanah Pasca- 1965 di Banyuwangi, Jawa Timur
author_facet Luthfi, Ahmad Nashih
author_sort Luthfi, Ahmad Nashih
title Kekerasan Kemanusiaan dan Perampasan Tanah Pasca- 1965 di Banyuwangi, Jawa Timur
title_short Kekerasan Kemanusiaan dan Perampasan Tanah Pasca- 1965 di Banyuwangi, Jawa Timur
title_full Kekerasan Kemanusiaan dan Perampasan Tanah Pasca- 1965 di Banyuwangi, Jawa Timur
title_fullStr Kekerasan Kemanusiaan dan Perampasan Tanah Pasca- 1965 di Banyuwangi, Jawa Timur
title_full_unstemmed Kekerasan Kemanusiaan dan Perampasan Tanah Pasca- 1965 di Banyuwangi, Jawa Timur
title_sort kekerasan kemanusiaan dan perampasan tanah pasca- 1965 di banyuwangi, jawa timur
publisher Archipel
publishDate 2018
container_title URI:https://journals.openedition.org/archipel
url https://ezproxy.univ-orleans.fr/login?url=https://doi.org/10.4000/archipel.624
https://ezproxy.univ-orleans.fr/login?url=https://journals.openedition.org/archipel/624
_version_ 1877294292129546240